Toksin, Dampaknya, dan Penyakit yang Diderita Akibat Penumpukan Toksin

Pada saat makan, tubuh manusia akan mengaktifkan metabolisme untuk menghasilkan darah baru dan sel-sel baru. Makanan ditelan melalui kerongkongan, kemudian dicerna dan diserap oleh perut dan usus kecil. Bagian yang mengandung zat yang berguna akan tetap berada di dalam tubuh dan sisanya-sisanya akan dibuang. Beberapa sisa-sisa makanan tidak dapat diserap melalui dinding perut dan usus sehingga menumpuk di dalam dinding usus, seperti proses pengendapan kotoran di dalam pipa air. Jika sisa-sisa makanan tersebut tidak bergerak dalam waktu lama, maka akan terjadi proses fermentasi yang menjadikan bakteri di dalam usus berlipat ganda dan aktif, sementara bakteri yang berguna terbatas pergerakan dan pertumbuhannya. Akibatnya, tubuh kita akan merasa tidak nyaman dan menderita berbagai penyakit yang tidak diketahui sebabnya.
Polusi udara dan air juga menyebabkan banyak masalah. Sebagai asap dari cerobong pabrik, atau asap kendaraan dari knalpot, masak gas dan air pipa berklorin, yang akan menambah kandungan toksin di tubuh kita. Kebiasaan merokok dan minum-minuman keras, dan tidak kurang bahaya.
Selain itu, bila ditambah dengan rasa khawatir, terutama emosi negatif seperti terkejut, benci, dan sebagainya. Kelenjar kita akan menghasilkan hormon-hormon dan fermentasi yang menjadikan tubuh kita lebih tegang. Menurut statistik, 70% penyakit kanker ditimbulkan karena adanya ketegangan.
Beberapa sisa makanan bertoksin akan dibuang melalui ginjal, usus dan kandungan, atau dikeluarkan sebagai keringat. Namun, masih banyak elemen bertoksin yang melekat pada sel, organ, kelenjar urat nadi, pipa dan pembuluh darah, dan beredar di dalam darah. Unsur-unsur bertoksin ini tidak mudah dihilangkan.
Dokter berpendapat bahwa unsur utama adalah terjadinya penyakit adalah akibat toksin yang bertumpuk, bukan kuman asing yang berbahaya. Bakteri patogen hanya akan mempengaruhi kita jika terlalu banyak kotoran di dalam tubuh kita, yang menyebabkan kita lemah dan tidak berdaya untuk melawannya.
Penyakit yang paling biasa diderita akibat penumpukan toksin dalam tubuh adalah pilek, flu dan bronkitis. Sementara penumpukan toksin pada bagian yang berlainan dalam tubuh, menyebabkan penyakit
– kulit, seperti jerawat, furunkel, gatal-gatal,
– alergi dan asma
– penyakit hati
– jantung dan tekanan darah tinggi
– empedu dan batu ginjal
– pengerasan pembuluh darah
– sakit persendian dan tulang linu
– tumor
– demam
– perut kembung
– kerusakan gigi
– sembelit
– terlalu gemuk atau trlalu kurus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: